TEFA (Teaching Factory) untuk Guru Berkualitas

TEFA merupakan model pembelajaran berbasis produksi (barang dan jasa) yang dibutuhkan oleh masyarakat yang dikerjakan sepenuhnya oleh peserta didik. Model dapat dilaksanakan di ruang praktek/bengkel/lahan yang telah dikondisikan mendekati situasi, dan suasana tempat kerja yang sebenarnya, waktu, prosedur, dari cara atau aturan yang sesuai dengan standar DU/DI.

Selain itu, Pak Djanji juga membahas lebih dalam tentang ciri-ciri. Pertama, Lingkugan, suasana, tata kelola dan aturan sekolah khususnya di bengkel dikondisikan sesuai dengan standar diskusi atau empat kerja yang sebenarnya. Kedua, pembelajaran menggunakan perangkat atau instrumen/ format untuk melakukan kegiatan/ aktivitas produksi kerja/usaha. Ketiga, hasil pembelajaran peserta didik berupa produk (barang dan jasa) riil, utuh,bermakna seperti di pasaran dan digunakan masyarakat. Keempat, menggunakan sistem managemen produksi (analisis, proses, evaluasi, pengembangan/inovasi dan penyimpanan/pemanfaatan produksi). Kelima, mempunyai outlet/bussiness center pemasaran produksi jasa. Keenam, mempuyai mitra atau patnet DU/DI. Ketujuh, mempunyai pelanggan/pengguna tetap.

Acara yang berlangsung selama dua hari, di hari pertama diisi oleh semua guru (produktif dan adaptif normatif) dimulai pukul 08.00-12.00. Kegiatan ini menyedot antusias dan semangat para guru dalam mengupdate ilmu baru. Selain itu, ada banyak pembicara yang mengisi di dalam kegiatan ini, mulai dari Pak Gunawan Wibisana, selaku Kepala Cabang Dinas Kab. Malang, Pak Budi Anta selaku PT BBI, Pak Adi Andoyo selaku PT. Prima Sakti, Pak Singgih Winoto selaku pengawas Provinsi Kab. Malang, dan Pak Bambang Ujiao dari SMK Al-Maarif Singosari.

Kegiatan ini juga tidak lepas dari bantuan Subdit Lasjurin DitpSMK dan pihak komite sekolah, sebagai bentuk apresiasi sekolah ingin mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan dukungan sehingga kegiatan ini dapat berlangsung secara lancar.