Siswa Pengelasan SMKN 1 SINGOSARI Galakkan Program KUMAT

Siswa Pengelasan  SMKN 1 SINGOSARI Galakkan  Program KUMAT

Keresahan terkait dampak new normal pada sistem perekonomian masyarakat menengah ke bawah membuat siswa dari Jurusan Pengelasan kelas XI, Muhammad Rafi Ramdhani menemukan inovasi yakni pengelolaan limbah sampah organik menjadi bernilai ekonomis yang tinggi. Ide yang digagasnya mampu memberikan solusi bagi siswa kalangan menengah ke bawah untuk bisa dan mampu membayar SPP tiap bulannya.

Gagasan tersebut tertuang dalam program KUMAT (Vertikultur Maggot) berbasis koperasi dan kelestarian lingkungan sebagai upaya ketahanan pangan di era new normal SMKN 1 Singosari. Program ini merupakan gabungan antara kelestarian lingkungan sekolah dan menjaga kestabilan ekonomi bagi warga atau walimurid yang terkena dampak pandemi. Sebab saat ini dampak pandemi terasa dan dapat dilihat dari jumlah siswa yang belum mampu membayar SPP di era new normal.

Program kumat juga bekerja sama dengan bank sampah sekolah dalam proses pengolahan sampah organik, nantinya sampah organik tersebut dikelola sebagai pakan maggot (black soldier fly). Maggot sendiri adalah ulat decomposer sampah yang mampu mengubah sampah menjadi pupuk, sehingga hasil dari kotoran maggot digunakan untuk pupuk POC dan MOL.

Berkat program yang digalakkan ini, akhirnya Rafi mampu memenangkan juara 1 lomba best students regional Jatim yang diselenggarakan oleh pihak Astra Honda Motor. Program kumat ini digalakkan dari siswa untuk siswa dan oleh siswa dengan bimbingan Bapak Ibu guru di sekolah. Adapun beberapa produk yang dijual dengan sistem koperasi seperti pupuk poc, mol, telor organik, dan kangkung, serta lele. Produk ini berlabel organik sebab ayampun diberi pakan bukan dari sentrat, melainkan dari maggot. Ke depannya, program ini akan berbentuk pemberdayaan masyarakat sekitar sekolah terkait dengan budidaya maggot untuk hewan ternak dan lain-lain.